Mari Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Covid-19 dengan Tetap Jalankan Protokol Kesehatan Jaga Jarak dan Tetap Pakai Masker Sesuai Standar Pemerintah, Dan Selalu Bawa Hands Sanitizer Saat Keluar Rumah. Tetap Jaga Kesehatan dengan Olahraga dan Makan-makanan yang Sehat info lebih lanjut www.covid19.go.id

Pengertian User Experience


User experience (UX) sesuai artinya dalam bahasa indonesia “pengalaman pengguna” adalah pengalaman yang diberikan website atau aplikasi kepada penggunanya agar interaksi yang dilakukan menarik dan menyenangkan. Kalau dulu aplikasi mempunyai usability yang bagus saja cukup. Sekarang sebuah aplikasi juga harus memiliki UX yang bagus. Pengalaman pengguna pada dasarnya subyektif, karena pengalaman pengguna berdasar atas perasaan dan pemikiran individu mengenai sebuah sistem. Pengalaman pengguna sifatnya dinamis, karena senantiasa berubah dari waktu ke waktu seiring berubahnya keadaan. 

Kenapa UX itu Penting ?

UX penting karena pada dasarnya tadi adalah kita membuat pengalaman pengguna menjadi nyaman untuk berada di aplikasi atau website kita. berikut ada beberapa alasan mengapa UX itu penting :

• Memudahkan pengguna
• Menarik Minat Pengguna
• Menghasilkan UI Yang Bagus
• Berdampak Pada Faktor Kesuksesan
• Untuk Memenangkan Persaingan 

untuk mengetahui berapa tingkat kebaikan UX kita kita perlu melakukan tes dengan metode UEQ (User Experience Question). Pengujian UX dapat menggunakan UEQ (User
Experience Questionnaire (UEQ). UEQ merupakan alat atau kuesioner yang mudah
dan efisien untuk mengukur UX. UEQ sendiri memiliki 26 komponen pertanyaan
dan tujuh pilihan jawaban. Versi Asli UEQ menggunakan Bahasa Inggris, tetapi pada saat ini sudah UEQ menggunakan bahasa indonesia. berikut ada 6 skala UEQ :

• Daya Tarik: Apakah pengguna menyukai atau tidak
menyukai produk?
• Kejelasan: Apakah mudah untuk mengenal produk? Apakah
mudah untuk belajar bagaimana gunakan produknya?
• Efisiensi: Bisakah pengguna menyelesaikan tugas mereka
tanpa usaha yang sederhana?
• Ketepatan: Apakah pengguna merasa terkendali terhadap
interaksi?
• Stimulasi: Apakah menarik dan memotivasi untuk
menggunakan produk?
• Kebaruan: Apakah produk itu inovatif dan kreatif? Apakah
produk menangkap minat pengguna? 
 
Dari skala di atas kita akan dapat mengetahui memahami kebutuhan user dengan baik dapat membantu Anda mendapatkan kunci dari keberhasilan sebuah produk. Dengan memperhatikan UX pada produk Anda, Anda bisa membuat produk yang bisa membantu aktivitas pengguna, seperti membantu mengelola jadwal keseharian pengguna yang padat atau meningkatkan produktifitas kerja pengguna.

Produk yang didesain dengan memperhatikan UX-nya akan membuat penggunanya mendapatkan pengalaman baru saat mengeksplorasi produk digital tersebut. Membuat sebuah produk tidak hanya soal menambahkan fitur, tetapi juga bagaimana membuat fitur itu bekerja sesuai fungsi yang diinginkan oleh pengguna. Dengan berpusat pada kebutuhan dan keinginan pengguna, Anda bisa menghasilkan produk yang bermanfaat, mudah digunakan, efisien sekaligus menyenangkan.

Proses desain User Experience melibatkan enam tahap berikut :
  1. Understand – Understand ialah memahami apa yang dibutuhkan pengguna
  2. Research – Menganalisa pesaing atau kompetitor, Meriset Trend UX terkini, dan memperhatikan aturan-aturan UX yang berlaku
  3. Sketch – Mengumpulkan Ide, Menggambarkan sketsa dan wireframes, Serta lakukan evaluasi secara berulang-ulang
  4. Design – Desain image atau gambar, Membuat Prototype
  5. Implementation – Mengetes fungsi desain, bangun pengalaman
  6. Evaluate – Lakukan uji coba kegunaan desain, Buat laporan audit, indentifikasi pengembangan yang ada.


Berikut adalah Tahapan Pengambilan Data UEQ

• Prototype aplikasi harus selesai
• Cari pengguna (responden)
• Diberikan kuesioner (angket)
• Responden mengisi form data diri
• Responden mengerjakan tugas (task)
• Responden mengisi kuesioner UEQ
• Wawancara (Opsi) 


contoh item UEQ 

 

Post a Comment

0 Comments