Cyber Crime & Cara Melindungi Diri dari Cyber Crime


Apakah Anda prihatin dengan kejahatan dunia maya? Memahami dengan tepat apa itu kejahatan dunia maya, jenis-jenisnya, dan bagaimana melindungi diri Anda dari kejahatan itu akan membantu menenangkan pikiran Anda. 

Artikel ini membahas kejahatan dunia maya secara mendalam sehingga Anda tahu persis ancaman apa yang perlu Anda lindungi agar tetap aman saat online. Kita diskusikan:

• Apa cybercrime itu. 

• Jenis kejahatan dunia maya. 

• Apa yang dihitung sebagai kejahatan dunia maya dengan contoh. 

• Bagaimana melindungi diri Anda dari kejahatan dunia maya.

• Hukum melakukan kejahatan dunia maya.

Apa itu kejahatan dunia maya (Cyber Crime)?

Kejahatan dunia maya adalah aktivitas kriminal yang menargetkan atau menggunakan komputer, jaringan komputer, atau perangkat berjaringan.

Kebanyakan, tetapi tidak semua, kejahatan dunia maya dilakukan oleh penjahat dunia maya atau peretas yang ingin menghasilkan uang. Cybercrime dilakukan oleh individu atau organisasi.

Beberapa penjahat dunia maya terorganisir, menggunakan teknik-teknik canggih dan sangat terampil secara teknis. Lainnya adalah peretas pemula.

Jarang, kejahatan dunia maya bertujuan merusak komputer untuk alasan selain keuntungan. Ini bisa jadi politik atau pribadi. 

Jenis kejahatan dunia maya

Berikut adalah beberapa contoh spesifik dari berbagai jenis kejahatan dunia maya:

1. Penipuan email dan internet.
2. Penipuan identitas (di mana informasi pribadi dicuri dan digunakan).
3. Pencurian data pembayaran keuangan atau kartu.
4. Pencurian dan penjualan data perusahaan.
5. Cyberextortion (menuntut uang untuk mencegah ancaman serangan).
6. Serangan ransomware (sejenis cyberextortion).
7. Cryptojacking (di mana peretas menambang cryptocurrency menggunakan sumber daya yang tidak mereka miliki).
8. Cyberespionage (tempat peretas mengakses data pemerintah atau perusahaan).

Kebanyakan kejahatan dunia maya termasuk dalam dua kategori utama:

• Aktivitas kriminal yang menargetkan
• Aktivitas kriminal yang menggunakan komputer untuk melakukan kejahatan lainnya.

Kejahatan dunia maya yang menargetkan komputer sering kali melibatkan virus dan jenis malware lainnya.

Penjahat dunia maya dapat menginfeksi komputer dengan virus dan malware untuk merusak perangkat atau menghentikannya bekerja. Mereka juga dapat menggunakan perangkat lunak perusak untuk menghapus atau mencuri data.

Kejahatan dunia maya yang menghentikan pengguna menggunakan mesin atau jaringan, atau mencegah bisnis yang menyediakan layanan perangkat lunak kepada pelanggannya, disebut serangan Denial-of-Service (DoS).

Kejahatan dunia maya yang menggunakan komputer untuk melakukan kejahatan lain mungkin melibatkan penggunaan komputer atau jaringan untuk menyebarkan malware, informasi ilegal, atau gambar ilegal.

Terkadang penjahat dunia maya melakukan kedua kategori kejahatan dunia maya sekaligus. Mereka mungkin menargetkan komputer dengan virus terlebih dahulu. Kemudian, gunakan mereka untuk menyebarkan malware ke mesin lain atau melalui jaringan.

Penjahat dunia maya juga dapat melakukan apa yang dikenal sebagai serangan Distributed-Denial-of-Service (DDos). Ini mirip dengan serangan DoS tetapi penjahat dunia maya menggunakan banyak komputer yang disusupi untuk melakukannya.

Contoh kejahatan dunia maya

Jadi, apa sebenarnya yang dianggap sebagai kejahatan dunia maya? Dan apakah ada contoh terkenal?

Di bagian ini, kami melihat contoh terkenal dari berbagai jenis serangan kejahatan dunia maya yang digunakan oleh penjahat dunia maya. Baca terus untuk memahami apa yang dianggap sebagai kejahatan dunia maya.

Serangan malware


Serangan malware adalah ketika sistem atau jaringan komputer terinfeksi virus komputer atau jenis malware lainnya.

Komputer yang disusupi oleh malware dapat digunakan oleh penjahat dunia maya untuk beberapa tujuan. Ini termasuk mencuri data rahasia, menggunakan komputer untuk melakukan tindakan kriminal lainnya, atau menyebabkan kerusakan data.

Contoh serangan malware yang terkenal adalah serangan ransomware WannaCry, kejahatan dunia maya global yang dilakukan pada Mei 2017.

Ransomware adalah jenis malware yang digunakan untuk memeras uang dengan menahan data atau perangkat korban untuk ditebus. WannaCry adalah jenis ransomware yang menargetkan kerentanan di komputer yang menjalankan Microsoft Windows.

Ketika serangan ransomware WannaCry melanda, 230.000 komputer terpengaruh di 150 negara. Pengguna dikunci dari file mereka dan dikirimi pesan yang menuntut mereka membayar tebusan BitCoin untuk mendapatkan kembali akses.

Di seluruh dunia, kejahatan dunia maya WannaCry diperkirakan telah menyebabkan kerugian finansial sebesar $ 4 miliar.

Pengelabuan atau Penipuan


Kampanye phishing adalah saat email spam, atau bentuk komunikasi lainnya, dikirim secara massal, dengan tujuan menipu penerima agar melakukan sesuatu yang merusak keamanan mereka atau keamanan organisasi tempat mereka bekerja.

Pesan kampanye phishing mungkin berisi lampiran yang terinfeksi atau link ke situs berbahaya. Atau mereka mungkin meminta penerima untuk menanggapi dengan informasi rahasia

Contoh penipuan phishing yang sampai saat ini banyak kejadian adalah mengklik link yang disebarkan oleh orang yang tidak dikenal sehingga Orang-orang yang membuka dan mengklik tautan yang terdapat dalam email atau pesan ini telah kehilangan data pribadinya.

Serangan DoS terdistribusi


Serangan DoS Terdistribusi (DDoS) adalah jenis serangan kejahatan dunia maya yang digunakan oleh penjahat dunia maya untuk menjatuhkan sistem atau jaringan. Terkadang perangkat IoT (internet of things) yang terhubung digunakan untuk meluncurkan serangan DDoS.

Serangan DDoS membanjiri sistem dengan menggunakan salah satu protokol komunikasi standar yang digunakannya untuk mengirim spam ke sistem dengan permintaan koneksi.

Penjahat dunia maya yang melakukan pemerasan maya dapat menggunakan ancaman serangan DDoS untuk meminta uang. Sebagai alternatif, DDoS dapat digunakan sebagai taktik pengalih perhatian saat jenis kejahatan dunia maya lainnya terjadi.

Bagaimana melindungi diri Anda dari kejahatan dunia maya


Jadi, sekarang Anda memahami ancaman yang diwakili oleh kejahatan dunia maya, apa cara terbaik untuk melindungi komputer dan data pribadi Anda? Berikut tips utama kami:

1. Selalu perbarui perangkat lunak dan sistem operasi

Menjaga perangkat lunak dan sistem operasi Anda tetap mutakhir memastikan bahwa Anda mendapatkan keuntungan dari tambalan keamanan terbaru untuk melindungi komputer Anda.

2. Gunakan perangkat lunak anti-virus dan selalu perbarui

Menggunakan anti-virus atau solusi keamanan internet yang komprehensif seperti Kaspersky Total Security adalah cara cerdas untuk melindungi sistem Anda dari serangan.

Perangkat lunak anti-virus memungkinkan Anda memindai, mendeteksi, dan menghapus ancaman sebelum menjadi masalah. Memiliki perlindungan ini membantu melindungi komputer dan data Anda dari kejahatan dunia maya, sehingga Anda tidak perlu khawatir.

Jika Anda menggunakan perangkat lunak anti-virus, pastikan Anda terus memperbaruinya untuk mendapatkan tingkat perlindungan terbaik.

3. Gunakan sandi yang kuat

Pastikan untuk menggunakan kata sandi yang kuat yang tidak akan ditebak orang dan jangan merekamnya di mana pun. Atau gunakan pengelola kata sandi terkemuka untuk membuat kata sandi yang kuat secara acak untuk membuatnya lebih mudah.

4. Jangan pernah membuka lampiran di email spam

Cara klasik agar komputer terinfeksi oleh serangan malware dan bentuk kejahatan dunia maya lainnya adalah melalui lampiran email di email spam. Jangan pernah membuka lampiran dari pengirim yang tidak Anda kenal.

5. Jangan mengklik tautan di email spam atau situs web tidak tepercaya

Cara lain orang menjadi korban kejahatan dunia maya adalah dengan mengeklik tautan di email spam atau pesan lain, atau situs web yang tidak dikenal. Hindari melakukan ini agar tetap aman saat online.

6. Jangan memberikan informasi pribadi kecuali aman

Jangan pernah memberikan data pribadi melalui telepon atau email kecuali Anda benar-benar yakin bahwa saluran atau email tersebut aman. Pastikan Anda berbicara dengan orang yang Anda kira. 

7. Perhatikan URL situs web mana yang Anda kunjungi

Perhatikan URL yang Anda klik. Apakah mereka terlihat sah? Hindari mengklik link dengan URL yang tampak asing atau berisi spam.

Jika produk keamanan internet Anda mencakup fungsionalitas untuk mengamankan transaksi online, pastikan itu diaktifkan sebelum melakukan transaksi keuangan secara online.

HUKUM (Undang-Undang) Bagi Melakukan Cyber Crime

 Di Indonesia sendiri sudah banyak peraturan yang mengatur tentang kejahatan Cyber Crime yaitu :
 

1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Internet & Transaksi Elektronik (ITE)
2) Kitab Undang Undang Hukum Pidana.
3) Undang-Undang No 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta.
4) Undang-Undang No 36 Tahun 1999.
5) Undang-Undang No 8 Tahun 1997
6) Undang-Undang No 25 Tahun 2003
7) Undang-Undang No 15 Tahun 2003

Posting Komentar

0 Komentar